apapun itu

apapun itu
HK

Selasa, 08 November 2011

Kebudayaan

Suku Arab-Indonesia adalah penduduk Indonesia yang memiliki keturunan etnis Arabdan etnis pribumi Indonesia. Pada mulanya mereka umumnya tinggal di perkampungan Arab yang tersebar di berbagai kota di Indonesia. Pada zaman penjajahan Belanda, mereka dianggap sebagai bangsa Timur Asing bersama dengan suku Tionghoa-Indonesiadan suku India-Indonesia. Tapi seperti kaum etnis Tionghoa dan India, tidaklah sedikit kaum Arab-Indonesia yang berjuang membantu kemerdekaan Indonesia.
Setelah terjadinya perpecahan besar di antara umat Islam yang menyebabkan terbunuhnya khalifah keempat Ali bin Abi Thalib, mulailah terjadi perpindahan (hijrah) besar-besaran dari kaum keturunannya ke berbagai penjuru dunia. Ketika Imam Ahmad Al-Muhajir hijrah dari Irak ke daerah Hadramaut di Yaman kira-kira seribu tahun yang lalu, keturunan Ali bin Abi Thalib ini membawa serta 70 orang keluarga dan pengikutnya.
Sejak itu berkembanglah keturunannya hingga menjadi kabilah terbesar di Hadramaut, dan dari kota Hadramaut inilah asal-mula utama dari berbagai koloni Arab yang menetap dan bercampur menjadi warganegara di Indonesia dan negara-negara Asia lainnya. Selain di Indonesia, warga Hadramaut ini juga banyak terdapat di OmanIndiaPakistanFilipinaSelatan, Malaysia, dan Singapura.
Terdapat pula warga keturunan Arab yang berasal dari negara-negara Timur Tengah danAfrika lainnya di Indonesia, misalnya dari MesirArab SaudiSudan atau Maroko; akan tetapi jumlahnya lebih sedikit daripada mereka yang berasal dari Hadramaut.

Perkembangan di Indonesia

Kedatangan koloni Arab dari Hadramaut ke Indonesia diperkirakan terjadi dalam 3 gelombang utama.

Abad 9-11 Masehi

Catatan sejarah tertua adalah berdirinya kerajaan Perlak I (Aceh Timur) pada tanggal 1 Muharram 225 H (840 M). Hanya 2 abad setelah wafat Rasulullah, salah seorang keturunannya yaitu Sayyid Ali bin Muhammad Dibaj bin Ja'far Shadiq hijrah ke kerajaan Perlak. Ia kemudian menikah dengan adik kandung Raja Perlak Syahir Nuwi. Dari pernikahan ini lahirlah Abdul Aziz Syah sebagai Sultan (Raja Islam) Perlak I. Catatan sejarah ini resmi dimiliki Majelis Ulama Kabupaten Aceh Timur dan dikuatkan dalam seminar sebagai makalah 'Sejarah Masuk dan Berkembangnya Islam di Aceh' 10 Juli 1978 oleh (Alm) Professor Ali Hasymi.

Abad 9-11 Masehi

Catatan sejarah tertua adalah berdirinya kerajaan Perlak I (Aceh Timur) pada tanggal 1 Muharram 225 H (840 M). Hanya 2 abad setelah wafat Rasulullah, salah seorang keturunannya yaitu Sayyid Ali bin Muhammad Dibaj bin Ja'far Shadiq hijrah ke kerajaan Perlak. Ia kemudian menikah dengan adik kandung Raja Perlak Syahir Nuwi. Dari pernikahan ini lahirlah Abdul Aziz Syah sebagai Sultan (Raja Islam) Perlak I. Catatan sejarah ini resmi dimiliki Majelis Ulama Kabupaten Aceh Timur dan dikuatkan dalam seminar sebagai makalah 'Sejarah Masuk dan Berkembangnya Islam di Aceh' 10 Juli 1978 oleh (Alm) Professor Ali Hasymi.

Abad 17-19 Masehi


Seorang Arab di masa Hindia Belanda (litografiberdasarkan gambar oleh Auguste van Pers, 1854)
Abad ini adalah gelombang terakhir ditandai dengan hijrah massalnya para Alawiyyin Hadramaut yang menyebarkan Islam sambil berdagang di Nusantara. Kaum pendatang terakhir ini dapat ditandai keturunannya hingga sekarang karena berbeda dengan pendahulunya, tidak banyak melakukan kawin campur dengan penduduk pribumi. Selain itu dapat ditandai dengan marga yang kita kenal sekarang seperti Alatas, Assegaf, Al Jufri, Alaydrus, Syihab, Syahab, dll. Hal ini dapat dimengerti karena marga-marga ini baru terbentuk belakangan. Tercatat dalam sejarah Hadramaut, marga tertua adalah As Saqqaf (Assegaf) yang menjadi gelar bagi Syekh Abdurrahman bin Muhammad Al Mauladdawilah setelah ia wafat pada 731 H atau abad 14-15 M. Sedangkan marga-marga lain terbentuk bahkan lebih belakangan, umumnya pada abad 16. Biasanya nama marga diambil dari gelar seorang ulama setempat yang sangat dihormati. Berdasarkan taksiran pada 1366 H (atau sekitar 57 tahun lalu), jumlah mereka sekarang tidak kurang dari 70 ribu jiwa. Ini terdiri dari kurang lebih 200 marga.
Saat ini diperkirakan jumlah keturunan Arab Hadramaut di Indonesia lebih besar bila dibandingkan dengan jumlah mereka yang ada di tempat leluhurnya sendiri. Penduduk Hadramaut sendiri hanya sekitar 1,8 juta jiwa. Bahkan sejumlah marga yang di Hadramaut sendiri sudah punah - seperti Basyeiban dan Haneman - di Indonesia jumlahnya masih cukup banyak. Perkampungan Arab banyak tersebar di berbagai kota di Indonesia, misalnya di Jakarta (Pekojan), Bogor (Empang),Surakarta (Pasar Kliwon), Surabaya (Ampel), Gresik (Gapura), Malang (Jagalan),Cirebon (Kauman), Mojokerto (Kauman), Yogyakarta (Kauman), Probolinggo(Diponegoro), Bondowoso, dan Banjarmasin (Kampung Arab), serta masih banyak lagi yang tersebar di kota-kota lainnya seperti PalembangBanda AcehSigliMedanLampungMakasarGorontaloAmbonMataram, Ampenan, Sumbawa, Dompu, Bima, Kupang, dan Papua.

Keturunan Arab Hadramaut di Indonesia, seperti negara asalnya Yaman, terdiri 2 kelompok besar yaitu kelompok Alawi, dan kelompokQabili. Di Indonesia, kadang-kadang ada yang membedakan antara kelompok Alawiyyin yang umumnya pengikut organisasi Jamiat al-Kheir, dengan kelompok Syekh atau Masyaikh yang biasa pula disebut Irsyadi atau pengikut organisasi al-Irsyad.

Tokoh dan peranan

Lihat pula: Marga Arab Hadramaut

Kepala masyarakat Arab di TegalJawa Tengah, awal abad ke-20.
Di Indonesia, sejak zaman dahulu telah banyak di kaum keturunan Arab yang menjadi pejuang, alim-ulama dan dai. Di antara para penyebar agama yang menonjol ialahWalisongo, yang diduga kuat (Van Den Berg, 1886) merupakan keturunan Arab Hadramaut dan/atau merupakan murid-murid mereka. Kaum Arab Hadramaut yang datang sekitar abad 15 dan sebelumnya mempunyai perbedaan mendasar dengan mereka yang datang pada gelombang berikutnya (abad 18 dan sesudahnya). Sebagaimana disebutkan oleh Van Den Berg, kaum pendahulu ini banyak berasimilasi dengan penduduk asli, terutama dari keluarga kerajaan Hindu. Hal ini dilakukan dalam rangka mempercepat penyebaran agama Islam, sehingga keturunan mereka sudah hampir tak bisa dikenali sebagai keturunan Arab Hadramaut.
Di antara marga-marga Hadramaut yang pertama-tama ke Indonesia adalah keluargaBasyaiban, yaitu Sayyid Abdul Rahman bin Abu Hafs Umar Basyaiban BaAlawi pada abad ke-17 Masehi.
Pada zaman kejayaan kesultanan-kesultanan Islam di Indonesia, beberapa keturunan Arab dirajakan oleh masyarakat setempat, antara lain di Jawa (DemakCirebon, dan Banten), Sumatera (Aceh dan Siak), dan Kalimantan (SambasPontianakKubu, dan Pasir). Selain itu, sejak lama pula banyak sekali keturunan Arab yang menjadi pedagang, dan mereka tersebar di berbagai penjuru kepulauan Indonesia.
Kaum Arab Hadramaut yang datang pada abad ke-18 dan sesudahnya, tidak banyak melakukan pernikahan dengan penduduk asli sebagaimana gelombang kedatangan yang sebelumnya. Mereka datang sudah membawa nama marga-marga yang terbentuk belakangan (sekitar abad 16-17). Keturunan kaum Arab Hadramaut yang datang belakangan ini, masih mudah dikenali melalui nama-nama khas marga mereka. Warga Arab-Indonesia sampai saat ini turut berperan aktif dalam bidang keagamaan Islam dan berbagai bidang kehidupan lainnya di Indonesia.





Sabtu, 21 Mei 2011

PARIS, Kota sejuta warna

Bila ingin mengisi libur panjang bersama keluarga dan punya cukup uang, tidak ada salahnya untuk mencoba berkeliling Eropa. Menikmati akhir tahun dengan cuaca yang dingin dan bersalju akan menyuguhkan kenangan liburan yang berbeda.


Adalah Champ Elysees sebuah jalan di Kota Paris yang konon merupakan jalan terindah di dunia. Harian Seputar Indonesia yang sempat mengelilingi kota ini pun sempat terpana dengan keindahan kota yang memang berbeda dari kota-kota di beberapa negara Eropa lainnya.


Siang hari jalan ini tampak indah karena sisi kiri dan kanan jalan berjajar gedung-gedung yang berarsitektur awal abad ke-19 dan gedung yang berarsitektur modern. Gedung itu merupakan tempat perkantoran, pertokoan, apartemen dan hotel, serta kafe dan restoran.


Sebuah butik yang menyediakan kebutuhan sekunder karya seniman Prancis ternama Louis Vuitton (LV) berdiri kokoh di sisi kanan jalan dan menambah daya tarik para turis. Tak sedikit turis yang berjalan-jalan di Champ Elysees berhenti sesaat untuk melihat kemewahan yang ada di dalam butik ternama ini.


Tak kalah menariknya dengan butik LV, puluhan kios di selasar jalan pedestrian berjajar di sepanjang jalan Champ Elysee. Puluhan kios mini ini selalu ada pada bulan Desember sampai menjelang Natal. Hampir semua kios-kios yang dipadati pembeli ini menjual barang-barang kebutuhan Natal.


Bila memasuki Desember, di selasar pedestrian berdiri puluhan kios-kios mini yang khusus menjual kebutuhan Natal.Keberadaan kios ini tentunya sudah merupakan tradisi tahunan di Paris, yang disiapkan khusus oleh pemerintah setempat.


Keindahan di sepanjang jalan ini semakin tampak pada malam hari. Lampu beraneka hias yang dipasang di pohon pedestrian jalan tampak seperti air mancur yang berjatuhan. Tentunya, lampu hias ini menjadi objek untuk berfoto-foto para turis lokal maupun mancanegara. Di jalan yang indah ini, Paris tampak terang benderang dengan pesona lampu hiasnya.


Tugu Arc de Triomphe Etoile yang berada di ujung jalan Champs Elysees dengan latar belakan arena permainan Bianglala raksasa menjadi fokus wisatawan pelancong di Paris. Bianglala ini pun tak luput dari gemerlapnya lampu hias, sehingga lebih indah bila dilihat pada malam hari.


Kunjungan di kota mode ini belum terasa lengkap bila tidak melihat dan menyentuh Menara Eiffel. Menara yang dibangun pada 1889 ini diambil dari nama akhir perancangnya, Alexandre Gustafe Eiffel. Menara setinggi 324 meter ini memiliki tiga tingkat yang bisa dikunjungi oleh wisatawan.


Tingkat pertama dan kedua diisi oleh sebuah restoran yang cukup mewah. Untuk makan di Menara Eiffel dengan pemandangan Kota Paris ini, wisatawan dikenakan biaya sebesar 4,80 euro untuk makan di lantai 1 dan 7,80 euro bila ingin di lantai 2. Sedangkan untuk sampai ke lantai 3 yang merupakan puncak menara, wisatawan dikenakan biaya 12 euro atau Rp172.000.


Dari puncak Eiffel, seluruh kota dari berbagai penjuru mata angin akan terlihat sangat jelas dan indah. Wisatawan pun mungkin tak akan sanggup berlama-lama berada di puncak ini, karena udara yang sangat dingin. Terlebih lagi Desember, saat musim dingin tiba udara di atas menara Eiffel bisa mencapai minus 10 derajat.


Bisa dibayangkan betapa udara sedingin ini bisa membuat beku setiap orang yang sedang menikmati ketinggian di kota Paris, meskipun sudah memakai baju yang berlapis-lapis dan ditutup dengan overcoat lengkap beserta sarung tangan dan penutup kepala.


Bagi sebagian turis yang tidak kuat terhadap dingin, mereka lebih memanfaatkan waktunya untuk berfoto-foto di bawah menara dengan latar belakang kaki menara Eiffel yang kokoh dan artistik. Selain itu, gerai kecil di sekitar kaki menara Eiffel juga menjadi salah satu sorotan turis yang ingin berbelanja pernak-pernik ikon kota Paris tersebut.


Bila tidak puas berfoto dengan latar belakang menara Eiffel yang hanya separuh, wisatawan bisa langsung menuju ke Ecole Militaire atau Plaza De La Concorde. Plasa yang cukup luas ini setiap harinya dipadati ratusan pengunjung yang ingin berfoto-foto dengan latar belakang Menara Eiffel yang terlihat utuh dan megah.


Pada malam hari, pemandangan menara yang berusia 120 tahun ini semakin indah karena dihiasi oleh lampulampu di seluruh tubuh bangunan Eiffel. Bahkan, satu jam sekali muncul cahaya kelap kelip berwarna biru seperti ribuan bintang yang sedang bersinar di ikon Paris ini.


Lampu mercusuar yang berada di puncak tertinggi menara, membuat menara yang sempat menjadi bangunan tertinggi di dunia ini semakin cantik dan memesona. Siapa pun yang berkunjung ke Kota Cahaya (la ville lumiere) ini tentunya tidak akan bisa melupakan keindahan kota yang luar biasa.


Dilihat dari berbagai sisi mana pun, Paris memiliki catatan tersendiri bagi seluruh wisatawan dunia untuk berniat kembali datang ke kota ini.Kota yang padat namun sangat terawat ini, juga terlihat dari tata kotanya yang rapi dan terstruktur.


Meskipun kepadatan lalu lintas juga terjadi di kota besar ini, hal itu tidak membuat wisatawan jenuh. Tentunya ini karena banyaknya lokasi perbelanjaan di setiap sudut kota diselingi dengan restoran dan kafe yang menyediakan aneka makanan yang khas dengan pastanya.


source : lifestyle.okezone.com

KEINDAHAN PARIS

source : google.com





TOURISM OF FRANCE

1. Country & Region
The French Republic or France is a country located in western Europe, bordered by Belgium, Luxembourge, Germany, Switzerland, Italy, Monaco, Andorra and Spain. It is a founding member of the European Union.


 Area :
* total : 547,030 km2
* land : 545,630 km2
* water : 1,400 km2

France is divided into 26 administrative regions, 22 of which are in Metropolitan France, and four of which are overseas. Corsica is a territorial collectivity, but is considered a region in mainstream departments, ranging in number from 2 to 8 per region for the metropolitan ones whereas the overseas regions are technically composed by only one department.

2. Facts and Statistics of Tourism in France

Population
* 60 million inhabitants
* 36.000 towns and villages
* 964.356 km (599,240 miles) of roads
* 31.940 km (19,847 miles) of railways

Coastline
* 3120 km (1939 miles, including inlets and bays)
* 1600 km (995 miles) as the crow flies
* 4 sea fronts (the North, the Channel, the Atlantic Ocean, and the Mediterranean)

The highest things
* The highest mountain in Western Europe : Mont Blanc (4807 meters or 15,771 feet)
* Inhabited village (2200 meters or 7218 feet)
* Skiable area of 1.950 km2 equipped with 4200 ski lifts and 13.000 km of downhill ski pistes
* Eiffel tower (320 meters or 1.652 feet)

Others
* 6.000 species of plant life
* 365 different sorts of cheese
* 15 million hectares of forest
* 35.000 boulangeries (bakeries)
* 3,7 million tons of bread consumed every year
* 25 million cars
* 750.000 associations
* 16 million dogs and cats owned by 51% of households
* 36.673 mayors
* 600.000 farmers
* 780.000 shopkeepers, 1000 hypermarkets, 7000 supermarkets
* 816.000 craftsmen

Tourism
* 76 millionoverseas visitors in 2003, making France the 1st tourist destination in the world
* About 3.900 museums which attract ten of million of visitors every year
* 5,6 million annual visitors to the eiffel tower
* 1.500 private castle open to the public
* 4.400 cinemas
* 38.879 historic monuments
* 50.000 theatrical productions every year
* 19.912 hotels

Religion
* 63% of French people consider themselves Catholic
* 30% declare themselves without religion
* 7% else

Language
* French (official language)
* Occitan, Alsatian, Basque, Breton, Catalan, Corsican, Dutch, English, German.

Source : Google.com

Name of group :
Anggun Sulistyorini (10610853)
Cita Saraswati (11610606)
Heni Kusumawardani (13610236)
Mentari Cahya (14610356)
Novita Pratiwi (15610083)
Class : 1SA05

TOURISM MINI DRAMAN GARUDA FLIGHT

Novita walks together with Mentari, suddenly novita strike Heni.
Novita             : Oops! I’m sorry miss ..
Heni                : Well, no problem
Mentari          : Are you okay? We’re really sorry ..
Heni                : Yeah, im okay. Never mind
Mentari          : By the way, im Mentari and she is my friend, Novita.
Novita             : Hi .. Im Novita
Heni                : Hi .. Im Heni. Nice to meet you
Novita             : Nice to meet you too
Mentari          : Where do you want to go Heni? Are you here for buy a ticket?
Heni                : Yes, im here to buy a ticket to go to Lombok Island
Novita             : Oh.. really? So do we. We also want to go to Lombok Island
Heni                : Good. So, do you want to buy together with me?
Mentari          : Sure, lets buy tickets together.

In the Reservation table .....

Cita                 : Good morning.. Welcome to soekarno-Hatta Aiport. What can I do for                        you?
Mentari          : Good morning .. We want to buy a tickets to travel to Lombok                                      Island by Garuda Indonesia flight.










Cita                 : For how many hosts? And to return tickets or tickets to go away?
Heni                : How much for a round tickets and how much a ticket to go away?
Anggun          : For round-trip ticket the price is Rp. 2.000.000 and to leave or go away                        only, the ticket price is Rp. 1.000.000. So, whether you will be buy the                    ticket?
Novita             : We will buy tickets for three people anly and I would like to buy round-                       trip tickets for a week from 1-7 June 2011 and flight time is at 07.00 am
Anggun          : Ok miss .. And behalf of whom these tickets?
Mentari          : Mentari, Novita,Heni
Anggun          : Anything else?
Novita             : Nothing else, it enough
Cita                 : Okay ! It’s all Rp 6.000.000 for the tickets
Heni                : Here they are
Anggun          : It’s your tickets, for 1-7 June 2011 and flirht at 07.00 am
Heni                : Okay ! Nice service from both of you
Cita                 : Thank you miss .. Heve a nice trip
Novita and Mentari   : Thank you very much
Cita and Anggun       : Our pleasure..








Name of Group:
-Anggun Sulistyorini
-Cita saraswati
-Heni kusumawardani
-Mentari Cahya
-Novita Pratiwi